Mengenal Lebih Dekat Kista Indung Telur

gejala kistaDeteksi dini atau mengenal lebih awal kondisi tak lazim yang dialami oleh wanita berkaitang dengan siklus mentruasi yang tidak normal bisa memberikan informasi lebih awal untuk menghidari berkembangnya suatu potensi penyakit yang lebih parah atau mengarah pada terjadinya kanker. Kista merupakan hal yang biasa terjadi pada wanita yang telah memasuki masa proses reproduksi yang ditandai dengan proses ovulasi setiap bulannya atau yang lazim disebut menstruasi atau datang bulan. Kondisi yang tidak biasa saat memasuki siklus mentruasi perlu untuk diwaspadai bila terjadi diluar kebiasaan.

Mengenal lebih dekat apa dan bagaimana terjadinya Kista Indung Telur bisa dijadikan acuan untuk anda untuk mengambil langkah langkah pencegahan.

Kista indung telur – biasanya berupa kantong yang tidak bersifat kanker yang berisi material cairan atau setengah cair. Meskipun kista tersebut biasanya kecil dan tidak menghasilkan gejala kanker, tetapi tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk meyakinkan bahwa bukan merupakan suatu kanker atau memiliki potensi berubah menjadi kanker.

Penyebab dari kista indung telur

Kebanyakan atau pada umumnya terjadinya kista ovarium terbentuk saat siklus menstruasi normal. Kista ini dikenal sebagai kista fungsional. Kista jenis lainnya lebih jarang terjadi.

Terdapat dua jenis kista fungsional :

  • Kista Follikular. Kista follikular terbentuk ketika terjadi gangguan hormonal sehingga folikel tidak melepaskan sel telur dan berubah menjadi kista dan biasanya bisa hilang dengan sendirinya mengikuti siklus menstruasi pada periode berikutnya.
  • Kista Korpus Luteum. Folikel pecah dan melepaskan sel telur, kemudian folikel ini mulai menghasilkan sejumlah besar estrogen dan progesteron untuk persiapan pembuahan. Folikel ini disebut sebagai korpus luteum. Terkadang, dapat terkumpul cairan di dalam folikel, sehingga menyebabkan korpus luteum berkembang menjadi kista.

Obat-obat fertilitas, seperti Clomid dan Serophene, yang digunakan untuk menginduksi ovulasi, dapat meningkatkan resiko terjadinya kista korpus luteum setelah ovulasi.

Gejala dari kista indung telur

Kista indung telur biasanya tidak menimbulkan gejala. Ketika gejala muncul, biasanya berupa nyeri atau terlambat menstruasi.

Kista indung telur dapat menimbulkan nyeri jika kista berukuran besar, pecah, timbul perdarahan, mengganggu suplai darah ke indung telur, mendapat trauma saat melakukan hubungan seksual, atau terputar atau menyebabkan puntiran (torsi) saluran telur (tuba falopi).

Gejala-gejala kista ovarium dapat berupa:

  • Kembung atau pembesaran perut
  • Rasa nyeri saat pergerakan usus
  • Nyeri pada panggul yang singkat sebelum atau sesudah mulai periode menstruasi
  • Nyeri panggul yang tumpul dan konstan
  • Nyeri panggul yang hebat dan tiba-tiba, seringkali disertai mual dan muntah, dapat merupakan tanda adanya puntiran (torsi) indung telur yang mengganggu suplai darah atau pecahnya kista dengan perdarahan

Perubahan pada siklus menstruasi tidak umum terjadi pada kista follikular dan lebih sering pada kista korpus luteum. Bercak-bercak darah atau perdarahan diluar siklus mentruasi dapat terjadi pada beberapa kista.

Pengobatan untuk kista indung telur

Terapi yang diberikan tergantung dari usia penderita, jenis dan ukuran kista, serta gejala-gejala yang ada.

Tindakan yang dapat dilakukan adalah:

  • Jika seseorang tidak memiliki gejala dan pemeriksaan USG menunjukkan adanya kista berisi cairan yang kecil, maka kista dapat dipantau terlebih dahulu dan diperiksa kembali setelah beberapa bulan untuk melihat apakah telah hilang dengan sendirinya atau tidak.
  • Pemberian pil KB. Obat KB dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kista baru.
  • Pembedahan dapat dilakukan jika kista indung telur berukuran besar, tidak tampak seperti kista fungsional, terus berkembang, dan tetap ada setelah dua sampai tiga siklus menstruasi. Selain itu, kista yang menimbulkan rasa nyeri atau gejala-gejala lainnya juga dapat diangkat. Kedua indung telur dan rahim juga dapat ikut diangkat jika kista tersebut bersifat ganas, atau jika massa kista terbentuk setelah menopause.
  • Tidak menutup kemungkinan sekaligus mengangkat salah satu atau kedua indung telur yang menutup kemungkinan terjadinya kehamilan atau mandul.

Tindakan Pencegahan:

Pola makan yang tidak sehat menjadi pemicu terjadinya kista, tidak seimbangnya hormonal wanita memicu kista muncul, asupan nutrisi yang tidak seimbang memiliki kontribusi yang cukup tinggi. Imbangi pola makan anda dengan serat baik dari sayuran maupun buah-buahan.

Cara Pengobatan dengan metode Herbalinfo lengkap

 

Leave a Reply