Gairah Menurun Memasuki Masa Pensiun

Post Power Sindrome

Pensiun dari kerjaan yang rutin dikerjakan sebelumnya haruskah berpengaruh pada gairah seksual Anda ? Bisa ya bisa juga tidak. Tidak semua orang baik Pria maupun Wanita karier bisa menerima kondisi ini. Pensiun bisa menjadi justifikasi bahwa kondisi yang bersangkutan mulai memasuki masa Tua yang membutuhkan banyak istirahat walaupun ada sebagian orang akan langsung menekuni bidang kerjaan yang tidak jauh dari aktifitas sebelumnya lewat jalur non formal. Sebenarnya kondisi ini sebagai ekspresi kejiwaan yang menolak untuk dikatakan sudah tidak mampu lagi untuk beraktifitas seperti sebelumnya yang hanya dikarenakan aturan pada sebuah perusahaan atau instansi yang membatasi usia produktifitas kerja seseorang pada usia tertentu yang disebut dengan pensiun. Masa pensiun sebenarnya kondisi alamiah seseorang dalam meniti karir kerja yang mau atau tidak mau harus diterima karena faktor usia kerja. Tidak sedikit muncul perubahan psikis atau kejiwaan dari mereka yang memasuki masa pensiun dengan berbagai latar belakang profesi yang disandang sebelumnya semasa masih aktiv bekerja. Perasaan kurang mendapat penghargaan atau merasa kehilangan kekuatan kerap muncul dan akan terbawa dalam keluarga yang jelas akan mempengaruhi keharmonisan dalam rumah tangga. Mereka yang sebelumnya memiliki jabatan tertentu yang full power mengambil berbagai kebijakan atau keputusan dalam lingkup pekerjaannya tiba-tiba dihadapkan pada kondisi tidak berdaya. Pensiun sebenarnya bukan kondisi yang terjadi secara tiba-tiba karena sudah terukur kapan waktu pensiun itu tiba. Namun kesiapan mental kadang belum siap menghadapinya hingga menimbulkan banyak hal yang mengganggu kondisi kejiwaan yang bersangkutan dan erat kaitannya dengan keharmonisan dalam rumah tangga.

Masa Pensiun Bagi Pria

Dibanding wanita kondisi post power sindrome pengaruhnya lebih besar pada Pria. Kondisi ini sangat wajar karena pria dihadapkan pada 2 kondisi lingkungan yang berbeda yaitu lingkungan pada tempat kerja sebelumnya dan lingkungan rumah sebagai kepala rumah tangga. Secara psikologis atau kejiwaan Pensiun dirasakan cukup berat untuk dihadapi walau dari segi kekuatan fisik masih merasa mampu untuk tetap bekerja.Pendekatan komunikasi yang baik antara suami dan isteri diperlukan untuk mengatasi ini. Seharusnya masa Pensiun bisa diterima untuk lebih mempererat ikatan batin suami isteri yang dari sisi waktu untuk bisa berkumpul dengan keluarga jauh lebih banyak dari sebelumnya. Membuka lembaran baru tentunya dengan gairah yang baru pula. Bagi beberapa pria memasuki masa pensiun kadang diikuti dengan kondisi menurunnya kondisi fisik yang ditandai dengan munculnya berbagai penyakit yang sebenarnya bisa dihindari sebelumnya. Menurunnya kondisi fisik ini kerap terjadi karena masalah post power sindrome yang berkepanjang sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh karena gangguan psikologis sebelumnya.

Masa Pensiun Bagi Wanita

Beda Pria tentu beda pula dengan wanita dengan dalam menyikapi masa pensiun. Dari sisi post power sindrome tidaklah begitu dirasakan karena sebenarnya untuk masalah kerja bukanlah menjadi tanggungjawab utama dan wanita atau isteri dalam bekerja di luar rumah tak lebih dari membantu suami dalam mencari nafkah. Namun ada satu hal yang mungkin luput dalam pengamatan kita bahwa masa pensiun bagi seorang wanita karir dilihat dari aspek usia ini bersamaan dengan masa menapause bisa didahului atau setelah masa pensiun tiba. Masa menapause atau masa istirahat wanita dalam memproduksi telur yang ditandai dengan terhentinya tamu bulanan atau mestruasi. Pada masa menapause bagi wanita kerja yang memasuki masa pensiun memiliki arti tersendiri, haruskah masa pensiun yang dibarengi dengan kondisi menapause mengharuskan wanita tersebut untuk pensiun juga dalam melayani suami ? Kondisi perubahan metabolisme hormonal wanita yang memasuki masa menapause biasanya disusul dengan kondisi menurunnya gairah seksual wanita tersebut dalam urusan hubungan intim. Kita semua tahu manakala wanita mempunyai hambatan atau gangguan dalam metabolisme hormonal biasanya mempengaruhi gairah seksual wanita tersebut dengan kecenderungan yang semakin menurun. Agar kondisi memasuki masa pensiun anda tetap menyenangkan dan tetap bergairah diperlukan penanganan khusus untuk memelihara sensifitas atau gairah seksual Anda. Keseimbangan hormonal harus tetap terjaga agar anda tidak kehilangan waktu yang lebih dari cukup dari sebelumnya dalam melayani kebutuhan suami dalam urusan hubungan intim.

Ingin Berkomentar ? Silahkan tuliskan dibawah ini
Sebarkan Artikel ini untuk relasi anda

Leave a Reply