Suami ku – Aku Begitu Membencinya –

Suami – Setetes Empun Dalam Kisah Rumah Tangga

Suami kuAku Begitu Membencinya – Belajar untuk bisa mencintai adakalanya sulit untuk dilakukan walau usia pernikahan terbilang cukup lama, banyak alasan kenapa rasa cinta itu sulit untuk tumbuh berkembang seiring usia pernikahan dan banyak pula alasan kenapa pernikahan itu tetap dilakukan walau tidak didasari rasa saling mencintai. Pernikahan yang dilakukan atas dasar perjodohan pada jaman sekarang yang terbilang modern ini tidak serta merta hilang seiring dengan perubahan sikap orang tua akan pilihan anaknya dalam memilih jodoh yang lebih longgar. Banyak pertimbangan orang tua untuk tetap menerapkan perjodohan pada anaknya dengan harapan kehidupan yang mapan dan mempererat hubungan dengan kenalan atau relasi serta berbagai pertimbangan lainnya.

Berikut kami sertakan cerita fiksi yang bisa kita ambil hikmahnya :

suamiAku membencinya…… Itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, Aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, Membuatku membenci suami ku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, Aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, Setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suami ku karena menurut mereka, Suami ku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika menikah, Aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku.Suami ku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

 Di rumah kami, Akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, Aku selalu menyalahkan suami ku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, Aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, Aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, Aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, Aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, Tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, Dokterpun menolak menggugurkannya. Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, Aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, Dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, Ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, Saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu.

Yaah, Karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, Aku juga membenci kedua orangtuaku. Sebelum ke kantor, Biasanya suami ku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, Ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu Seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, Akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon. Namun betapa terkejutnya aku, Ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan.

Aku menelepon suami ku dan bertanya, “Maaf sayang, Kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, Kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut. Dengan marah, Aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, Handphone ku kembali berbunyi dan meski masih kesal, Akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”“Sayang, Aku pulang sekarang, Aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suami ku cepat , Kuatir Aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, Aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi.Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu. Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai.

Menit berlalu menjadi jam, Aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah. Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, Terdengar suara asing menjawab telepon suami ku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri,“Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?”Kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, Ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, Serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, Aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada air mata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, Aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Air mata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar air mata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, Aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, Air mataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam masjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis.

Aku berusaha menahannya, Tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara. Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, Karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Ia pun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, Aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya. Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya.

Di hari-hari awal kepergiannya, Aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, Aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu dirumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku. Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, Tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, Tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa.

Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, Sekarang aku memandangi komputer, Mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, Sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, Sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya. Aku juga marah pada diriku sendiri, Aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, Tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, Meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, Meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak.

Teman-temanku yang selama ini kubela-belakan, Hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku. Empat puluh hari setelah kematiannya, Keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, Aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, Ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana ? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia. Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, Ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

 “Istriku Liliana tersayang, Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu. Maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu. Seandainya aku bisa, Aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja.

 Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, Ya sayang. Jangan menangis, Sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

 Teruntuk Farah, Putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu.Dan Farhan, Ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke!!!!!!”

Aku terisak membaca surat itu, Ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note. Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya.

Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, Sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta. Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak- anakku. Ketika orang tuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, Tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikah dengan seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata, “Cintailah sayangku, cintailah suamimu, Cintailah pilihan hatimu, Cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, Kau akan belajar menyenangkan hatinya, Akan belajar menerima kekurangannya, Akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, Kalian akan menyelesaikannya atas nama CINTA.”

Putriku menatapku, “Seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”Aku menggeleng, “Bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, Seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, Tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, Tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

 ==========

 – CINTAILAH ORANG YANG MASIH MENJADI MILIKMU HARI INI KARENA MUNGKIN KETIKA DIA PERGI MENINGGALKANMU, KAMU AKAN LEBIH MENCINTAINYA – Categories: Islami


Disfungsi Ereksi Pada Pria

Memperbesar PenisDisfungsi Ereksi sering kita dengar dan baca di berbagai literatur atau makalah tentang kesehatan seksual pria. Arti sederhana dari Disfungsi Ereksi adalah Tidak Berfungsinya alat vital pria sebagaimana mestinya dengan berbagai macam penyebab yang menyertainya. Disfungsi (Tidak Berfungsi) Ereksi (Istilah untuk penis dalam kondisi tegang). Kondisi Disfungsi Ereksi pada pria bisa terjadi pada semua pria dengan berbeda-beda penyebabnya. Berikut akan kami jelaskan apa itu Disfungsi Ereksi dan apa saja yang menjadi hambatan hingga menurunkan kualitas ereksi pada penis pria yang mengganggu aktifitas hubungan intim yang dilakukan dengan pasangan.

Fungsi seksual pada organ vital pria merupakan fungsi yang rumit karena melibatkan banyak kerjasama dari sistem di dalam tubuh, mulai dari sistem syaraf, hormon seks sampai dengan organ-organ seksual yang membutuhkan harmonisasi secara normal untuk bisa menghasilkan kualitas ereksi yang optimal. Satu saja masalah yang muncul pada salah satu sistem tersebut akan menyebabkan terjadinya gangguan seksual seperti disfungsi ereksi pada alat vital Pria.

Gangguan seksual atau biasa juga disebut disfungsi seksual adalah tidak berfungsinya secara normal salah satu atau beberapa sistem dalam tubuh yang menyebabkan ketidakpuasan saat melakukan aktifitas seksual, baik pria itu sendiri maupun bersama pasangan, dimana ketidakpuasan tersebut dapat menurunkan kualitas hidup yang bersangkutan dan bisa menjadi penyebab ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

Gangguan seksual pada umumnya disebabkan oleh dua hal yakni fisik dan psikologi. Penyebab fisik adalah gangguan seks yang disebabkan karena adanya penyakit (Diabetes dan Hipertensi serta Jantung koroner), baik itu penyakit bawaan yang sifatnya permanen maupun penyakit yang non-permanen, yang biasanya akan sembuh setelah diobati.

Gangguan seks karena penyebab psikologi adalah gangguan yang disebabkan oleh faktor-faktor kejiwaan seperti cemas, takut, depresi, stres atau bahkan takut gagal yang menyebabkan kemampuan seksual menurun secara drastis. Penanganan gangguan seks jenis ini dilakukan dengan konseling di terapis seks dan kemungkinan konsumsi beberapa jenis obat penenang (anti depresan).

Di dunia kedokteran, dikenal 4 jenis gangguan seksual yang paling sering dialami kaum pria, yaitu gangguan libido, gangguan ereksi, gangguan orgasme  dan gangguan ejakulasi. Berikut ini penjelasan dari masing-masing gangguan seksual pada pria tersebut.

1.GANGGUAN LIBIDO

Libido atau gairah seks adalah hasrat seksual yang muncul dalam bentuk energi psikis dan emosional, yang dipengaruhi oleh hormon-hormon seks dan berkaitan dengan insting biologis manusia untuk memiliki keturunan/bereproduksi. Jika hasrat seksual tersebut tidak berada pada tingkat rata-rata maka berarti ada gangguan libido. Libido yang terlalu rendah disebut low libido dan libido terlalu tinggi disebut kecanduan seks, atau Nymphomaniac pada wanita.

Penyebab libido rendah bermacam-macam, bisa karena hormon testosteron yang rendah, ada penyakit, pengaruh obat, kurang tidur dan karena stres. Untuk mengobati hasrat seksual yang menurun anda perlu memperbaiki gaya hidup dan memperhatikan pola makan anda. Hasrat seksual hanya muncul dari tubuh yang sehat karena itu fokus utama agar libido normal kembali adalah dengan menjaga kesehatan tubuh secara umum. Konsultasi ke dokter bisa dipertimbangkan jika libido rendah yang diderita sudah sangat akut dan berpotensi mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Libido rendah adalah jenis gangguan seks yang paling sulit diatasi karena penderita kadang merasa normal dan tidak memiliki keinginan untuk sembuh karena tidak merasa sakit. Biasanya pria penderita libido rendah baru ke dokter untuk berobat setelah istri menuntut atau ada kemungkinan rumah tangga jadi retak.

2. GANGGUAN EREKSI (Disfungsi Ereksi)

payudaraDisfungsi ereksi atau impotensi adalah jenis keluhan pria dimana penis tidak dapat ereksi full (minimal 70%) untuk bisa melakukan penetrasi vaginal atau ketidakmampuan pria mempertahankan ereksinya tetap keras ketika hubungan seks berlangsung. Para ahli menyepakati waktu 3 bulan berturut-turut tidak dapat ereksi keras sebagai parameter disfungsi ereksi.

Gangguan ereksi terbagi 3 yaitu disfungsi ereksi ringan, sedang dan berat. Pada kategori ringan, hubungan seks kadang masih berlangsung tetapi kadang juga gagal. Beberapa kali gagal menyebabkan pikiran menjadi negatif dan membuatnya bertambah sering gagal. Gangguan ereksi ringan yang jika tidak segera diobati akan menjadi berat.

Disfungsi ereksi berat ditandai dengan ketidakmampuan penis ereksi di pagi hari dan selalu gagal dalam semua kesempatan seks penetratif. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti diabetes, stroke dan jantung. Dokter memiliki beberapa alternatif pengobatan untuk menangani disfungsi ereksi yang berat, mulai dari vacuum, pompa dan bahkan operasi.

Gangguan ereksi lain adalah Priapismus atau Priapism, kebalikan dari masalah disfungsi ereksi Priapismus adalah sebuah keadaan dimana terjadi ereksi penis secara terus menerus tanpa adanya rangsangan seksual. Ereksi bisa terjadi selama berjam-jam dan berpotensi merusak jaringan penis secara permanen.

Priapismus terjadi akibat tertahannya darah dalam penis dalam waktu lama menyebabkan penis terus mengalami ereksi. Priapismus biasanya bisa disembuhkan dengan bantuan obat-obat penenang.

3. GANGGUAN ORGASME

Tidak bisa orgasme saat berhubungan seks bisa terjadi karena adanya hambatan seksual, pengetahuan yang masih kurang dan juga faktor-faktor psikologis yang mungkin saja timbul saat hubungan berlangsung seperti perasaan bersalah, cemas, takut tidak bisa memuaskan, dan faktor trauma seksual di masa lalu.

Faktor lain yang mungkin menyebabkan munculnya gangguan orgasme adalah kurangnya stimulasi yang diterima, baik itu stimulasi fisik maupun mental. Kelebihan hormon serotonin juga menyebabkan tidak bisa orgasme. Beberapa obat anti depresan, obat-obat anti ejakulasi dini memiliki efek samping yaitu pria tidak bisa orgasme atau terlalu lama orgasme.

4. GANGGUAN EJAKULASI

Gangguan ejakulasi umumnya disebabkan oleh faktor psikis, meskipun juga bisa terjadi karena penyebab fisik. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saraf dan pembuluh darah dapat menyebabkan timbulnya gangguan ejakulasi.

Ada 5 jenis gangguan ejakulasi yang umum terjadi pada pria, yaitu:

  • Anejakulasi, yaitu tidak berejakulasi tapi rasanya seperti sudah ejakulasi.
  • Ejakulasi retrogade, yaitu sperma masuk ke kantung kemih setelah ejakulasi terjadi. Diketahui dengan memperhatikan air seni yang mengandung sperma.
  • Ejakulasi incomplete yaitu ejakulasi tidak lengkap, biasanya karena seks yang terburu-buru dan perasaan tidak nyaman saat ejakulasi terjadi.
  • Ejakulasi dini, yaitu ejakulasi yang terjadi terlalu cepat. Beberapa ahli medis memberi batasan hubungan seks yang selesai di bawah 2 menit termasuk ejakulasi dini. Ada juga yang mengkategorikan pada kepuasan pasangan, jadi jika pasangan sudah puas meski hubungan seks baru terjadi 30 detik, dan pria berejakulasi setelah 1 menit maka si pria tidak termasuk penderita ejakulasi dini. Kesimpulannya ejakulasi dini adalah jika anda melakukan hubungan seks yang terlalu cepat yang menyebabkan anda dan pasangan sama-sama tidak puas karena masih ingin berlama-lama.
  • Ejakulasi terhambat, adalah kebalikan ejakulasi dini yaitu ejakulasi yang tidak kunjung keluar meski hubungan seks sudah berlangsung lama. Hubungan seks seperti ini sangat menyiksa, baik pihak wanita maupun pria.

Secara umum, agar terhindar dari jenis-jenis gangguan seksual di atas adalah dengan cara menjaga kesehatan tubuh dan berpikir positif. Tubuh yang sehat dan pikiran yang positif adalah cara pengobatan gangguan seksual yang paling mujarab dan aman.

Gangguan seksual atau disfungsi ereksi yang terjadi pada pria harus dipahami sebagai masalah yang umum terjadi dan diderita jutaan pria diseluruh dunia. Memvonis diri sendiri adalah tindakan tidak tepat yang biasanya justru akan membuat gangguan atau disfungsi ereksi bertambah parah. Perkembangan metode pengobatan kita saat ini sudah sangat modern termasuk dalam bidang yang satu ini, gangguan seksualitas bisa di atasi. Dengan penanganan yang tepat kondisi ini bisa diatasi dengan mudah perlu dukungan pasangan anda untuk mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan kondisi gangguan yang sedang anda derita.

Atasi Disfungsi Ereksi Pria

Klik Disini

klikdisini2

Halo! Klik salah satu CS dibawah untuk melakukan chat via WhatsApp.